PELATIHAN PEMELIHARAAN JALAN DENGAN PENDEKATAN RAMAH LINGKUNGAN
Deskripsi
Tahukah anda? Pelatihan pemeliharaan jalan dengan pendekatan ramah lingkungan merupakan hal yang krusial dikarenakan sektor konstruksi, termasuk pemeliharaan jalan, adalah penghasil 37% dari total emisi CO2 global yang terkait energi (GlobalABC, 2023). Material konvensional seperti aspal panas (hot mix) membutuhkan suhu pencampuran tinggi (150-180°C), mengonsumsi energi besar dan melepaskan emisi gas rumah kaca serta polutan volatil. Di Indonesia, dengan panjang jalan mencapai 568.343 km (BPS, 2023), praktik pemeliharaan yang tidak ramah lingkungan berkontribusi signifikan terhadap jejak karbon nasional.
Pelatihan Pemeliharaan Jalan dengan Pendekatan Ramah Lingkungan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam menerapkan teknik pemeliharaan jalan yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Program ini menekankan penggunaan metode, material, dan teknologi yang minim dampak lingkungan, pengendalian pencemaran, serta upaya pengurangan emisi dan kerusakan ekosistem di sekitar infrastruktur jalan.
Pelatihan mengenai pemeliharaan jalan dengan pendekatan ramah lingkungan tidak akan tuntas jika hanya dilakukan dalam hitungan jam, diperlukan waktu tersendiri dan pembimbing profesional untuk pelatihan ini
Tujuan
-
Meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip pemeliharaan jalan yang ramah lingkungan.
-
Membekali peserta dengan kemampuan menerapkan metode pemeliharaan jalan berkelanjutan.
-
Mengoptimalkan penggunaan material dan teknologi yang minim dampak lingkungan.
-
Mengurangi potensi kerusakan lingkungan akibat kegiatan pemeliharaan jalan.
-
Mendorong penerapan praktik pemeliharaan jalan yang selaras dengan regulasi lingkungan.
Dengan diadakannya pemeliharaan jalan dengan pendekatan ramah lingkungan pelatihan diharapkan peserta dapat memahami secara mendalam mengenai pemeliharaan jalan dengan pendekatan ramah lingkungan
Materi
-
Prinsip dan pendekatan pembangunan jalan yang berwawasan keberlanjutan
-
Ragam serta sifat material konstruksi yang mendukung kelestarian lingkungan
-
Penerapan teknologi aspal daur ulang dan beton dengan tingkat emisi rendah
-
Perencanaan struktur jalan yang efisien dalam penggunaan energi
-
Metode konstruksi jalan dengan pengurangan limbah seminimal mungkin
-
Penerapan analisis daur hidup material jalan (Life Cycle Assessment)
-
Pengelolaan sisa material konstruksi dan upaya pemanfaatan kembali
-
Ketentuan regulasi dan standar lingkungan dalam pembangunan infrastruktur jalan
-
Sistem pemantauan dan evaluasi dampak lingkungan proyek jalan
-
Pembahasan studi kasus penerapan infrastruktur jalan berbasis ramah lingkungan
Peserta

